Kamis, 10 Maret 2016




 Bisnis properti ini yang paling banyak dijalankan pengusaha properti. Bangunan hunian bersifat komersil dan bisnis. Banyak sekali pilihan untuk hunian. Tinggal Anda sesuaikan dengan modal yang ada. Anda bisa memilih mendirikan bangunan hotel, motel, rumah kontrakan, rumah susun, apartemen, villa, atau kos-kosan. Bisnis properti memang menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Namun, bisnis ini melibatkan banyak orang, seperti pemerintah, pengguna, dan pemilik modal. Pemerintah berperan sebagai pihak yang mengeluarkan peraturan dan monitoring terhadap bisnis properti, yang dijalankan di wilayah hukumnya. Pengguna adalah orang yang mempunyai hak kepemilikan sebuah properti dan memiliki sertifikat kepemilikan. Pemilik modal merupakan orang yang membantu dengan membiayai bisnis yang sedang berjalan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis properti, adalah sertifikat bangunan atau tanah yang sedang Anda kelola. Anda tinggal memilih jenis bisnis properti yang cocok. Jangan sampai Anda bermasalah dengan hukum, karena bangunan dan tanah itu sedang dalam sengketa.
Dunia bisnis adalah sebuah bidang profesi yang luas untuk dibicarakan, dari mulai strategi, trik pemasaran, cara bersaing yang sehat  dan berbagai konsep serta gagasan untuk memberikan sebuah suguhan unik dan inovatif agar memiliki daya tarik besar yang secara keseluruhannya merupakan sebuah komponen yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Banyak bisnis yang saat ini tengah mengalami perkembangan dengan potensi besar mampu meraup keuntungan yang tinggi seperti salah satunya bisnis properti. Berikut beberapa kategori bisnis tersebut sebagai referensi anda:
    1.      Residensial
Residensial atau tempat hunian ini merupakan bisnis properti yang paling banyak dilirik oleh setiap orang yang bergelut dalam bidang tersebut. ada banyak jenis tempat hunian yang memiliki nilai jual lebih seperti perumahan, apartemen, kondominium, villa, berbagai bangunan asrama dan rumah susun. Di Indonesia sendiri terutama untuk kawasan perkotaan jenis seperti apartemen dan rumah susun kini banyak dibangun karena sudah menyempitnya lahan pemukiman khususnya di daerah ibukota.
    2.      Bangunan Komersil
Kategori ini termasuk pada tempat usaha seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan sebagainya. Target pemasaran atau marketing bangunan jenis ini adalah para pelaku bisnis yang berniat membuka lapak dengan tujuan melakukan kegiatan jual beli atau transaksi serta memasarkan berbagai jenis produknya ke para calon pembeli. Saat ini untuk mengawali bisnis tersebut sudah dipermudah dengan adanya pinjaman tanpa agunan yang ditawarkan oleh beberapa bank di Indonesia.
    3.      Bangunan Khusus
Jenis bangunan ini bersifat sangat khsusus seperti tempat ibadah, sekolah, Bandar udara, bioskop, terminal bus, lapangan golf dan lain-lain. biasanya orang yang bergelut dalam bisnis tersebut pada kategori ini hanya sebagai seorang pemborong saja.
Kini bisnis properti dapat dilakukan dengan cara yang sedikit ringan dengan adanya sebuah sistem pinjaman tanpa agunan yang diberikan oleh bank yang terdapat di Indonesia. dengan demikian peluang usaha atau bisnis dapat direncanakan dengan lebih mudah dan efisien bagi setiap orang. Terlebih jika anda melakukan sebuah strategi internet marketing dengan cara pengiklanan melalui internet bersama jasa pasang adwords yang professional seperti Gopher Indonesia.

Rabu, 09 Maret 2016



DSV Group adalah perusahaan yang dibangun sejak tahun 2010 dengan visi membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya dan seluas-luasnya untuk Indonesia. Mempunyai visi yang sangat besar dan luas, DSV Indonesia sadar, tidak mudah mewujudkan visi tersebut. Untuk itu mulai tahun 2010, DSV Indonesia telah mulai mengawali perjalanannya. Di tahun 2015, DSV Indonesia mengembangkan perusahaannya ke Kota Pontianak di sector property dengan bendera DSV Propertindo dengan proyek pertamanya Delima Cipta Land yang berada di desa Parit Delima Kec.Kakap Kab.Kubu Raya, DSV Propertindo sukses menyelesaikan proyek sampai dengan BEP proyek dalam jangka waktu hanya 6 bulan.
Melihat kesuksesan tersebut DSV Propertindo akan mengembangkan dan membuka beberapa proyek baru di tahun 2016 sampai 2017, yang berfokus pada daerah sekunder C sampai dengan Gerbang Korpri Kab.Kubu Raya yang sedang berkembang pesat dan merupakn pusat pembangunan kota mandiri Kubu Raya.

Kita pasti sudah sering mendengar istilah “ Tanah Kavling ” sebenarnya apa sih Pengertian Tanah Kavling.  Tanah Kavling adalah sebidang tanah yang dipetak-petakan atau dikavlingkan. Hal ini dibuat berbagai macam tujuan seperti tujuan warisan keluarga atau lebih sering untuk dijual kembali oleh Developer atau Perseorangan. Tanah Kavling biasanya berasal dari tanah dengan bidang luas lalu dibentuk menjadi kavlingan tanah yang berukuran untuk tempat tinggal. Sebagai contoh : Anda memiliki tanah 1 hektar maka bisa dikavlingkan sekitar 70-100 rumah tergantung ukuran yang diinginkan. Sedangkan Tanah Kavling Pontianak adalah tanah kavling yang berada di Pontianak.

 Dalam sebuah perumahan, terdapat bermacam-macam bentuk tanah kavling, sesuai letak atau posisinya didalam perumahan tersebut. Masing-masing bentuk tanah kavling memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga anda harus memilih sesuai keinginan dan tujuan anda membeli.


   A.    Kantor pemasaran
Jika Anda ingin mengetahui lebih jelas silahkan kunjungi kantor pemasaran kami yang beralamatkan jl.Sungai Raya Dalam Komp.Hosana Gracia C18.
   B.     Marketing
Jika anda berminat dan ingin tahu lebih jauh silahkan menghubungi marketing kami.
Nama marketing : Melda (089693401642)
   C.     Telephone kantor
Untuk info  lebih lanjut anda dapat menghubungi kami melalui layanan telephone 089688895429
   D.    E-mail
Anda bisa menghubungi kami untuk mengetahui lebih jelas mengani proyek kami tanah kavling delima cipta land di e-meil dsvpropertindo@gmail.com

Manfaat Investasi Property



Salah satu jenis investasi yang cukup terkenal di kalangan investor selain investasi saham adalah investasi properti. Seperti yang kita ketahui di Indonesia sebagai negara berkembang, Pembangunan properti merupakan salah satu sektor yang sedang giat dilaksanakan agar dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk melakukan atau menggerakan roda perekonomian. Tidak heran bila di beberapa wilayah atau kota di Indonesia sedang melakukan pembangunan properti dalam berbagai bentuk misalnya rumah, rumah sakit, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.
Hal yang lebih menggiurkan lagi bahwa pembangunan properti ini sedang disosialisasikan dan berusaha merekrut banyak pemilik modal besar untuk menanamkan dananya di investasi ini. Dengan embel-embel bahwa perkembangan gaya hidup, kebutuhan, dan keinginan masyarakat kini dapat difasilitasi oleh properti, tidak sedikit pemilik modal besar yang tergiur untuk menggandakan dananya lewat investasi properti.
Namun, perlu Anda ketahui dan tekankan lagi bahwa tidak adanya investasi yang sempurna. Semuanya memiliki kelemahan yang kekurangan. Setidaknya, beberapa hal berikut harus Anda ketahui, waspadai, dan rancangkan strategi untuk dapat menjalankan investasi properti yang menguntungkan karena modal untuk dapat memiliki investasi properti pun bukanlah modal yang kecil.

Investasi properti dapat dikatakan sebagai salah satu investasi yang tidak ada matinya. Coba Anda kilas-balik dari generasi ke generasi, investasi properti menjadi satu tolak ukur kesuksesan seseorang. Contoh sederhana, mereka yang sudah punya rumah baik dari pihak diri mereka sendiri merasa aman dan pandangan orang lain menganggap mereka sudah sukses. Dari sisi investasi, memilih sebuah dan beberapa properti memberikan rasa aman dan bahkan bisa menguntungkan Anda. Ada beberapa alasan paling dasar mengapa Anda harus memilih investasi properti sebagai salah satu pegangan Anda. Tidak dipungkiri memperoleh keuntungan dari jenis investasi ini tidak secepat investasi-investasi lainnya. Namun tak ada yang lebih tak terduga daripada investasi properti.
Banyak orang mengatakan investasi properti lebih baik dari investasi di sektor keuangan. Namun ternyata masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengetahuan mengenai hal ini sangat penting bagi seorang investor agar calon investasi dapat mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kerugian dan menambah nilai properti tersebut. Berikut manfaat investasi property :
1.      Nilai Tambah (Added Value)
Nilai tambah investasi properti diperoleh akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah kosong. Nilai tambah akan semakin  tinggi, jika bangunan berada di lokasi strategis dengan akses dan fasilitas yang baik, serta dibuat dengan arsitektur yang indah.

2.      Peningkatan Pendapatan Tahunan (Income Appreciation)
Dari sebidang tanah yang dikembangkan, tanah kosong menjadi rumah atau ruko seorang investor dapat menerima sewa. Keuntungan lain adalah kenaikan harga sewa, karena sifat kelangkaan tanah dan properti akan terus terjadi sepanjang perekonomian di sebuah negara terus tumbuh.
3.      Peningkatan Nilai Tanah (Capital Appreciation)
Apresiasi nilai tanah merupakan keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah manusia setiap saat terus bertambah, sementara jumlah tanah tidak dapat bertambah. Ini merupakan teori klasik yang secara sederhana menjelaskan mengapa harga tanah terus merangkak naik dari waktu ke waktu.
4.      Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Dibandingkan dengan deposito, emas atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang tahan lama. Bisnis properti memiliki horison (jangka waktu) investasi rata-rata 3 – 5 tahun. Artinya, setelah 3 – 5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).
5.      Daya Pengungkit Investasi yang Tinggi (High Leverage Investment) 
Sebagai contoh, Anda berinvestasi properti dengan uang Rp100 juta sebagai uang muka (DP), maka Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp500 juta atau lima kali lipat, karena sisanya sebesar Rp400 juta dibayar dengan menggunakan pembiayaan bank. Jika nilai investasi naik 10% menjadi Rp550 juta, maka keuntungan Anda Rp50 juta (Rp550 juta – Rp500 juta) atau 50% dari investasi awal yang “CUMA” Rp100 juta. Inilah yang disebut daya pengungkit investasi yang tinggi.
6.      Proteksi Terhadap Inflasi (Hedge of Inflation)
Secara tradisional, orang membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi. Bahkan karena sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring waktu.

7.      Agunan yang Baik (Good Collateral)
Tidak seperti investasi keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling solid. Bahkan di beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana hingga 80% dari nilai agunan.
8.      Kebanggaan Kepemilikan (Pride of Ownership)
Dibandingkan dengan investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya. Hal ini disebabkan karena properti juga dapat menghasilkan income dari sewa.