PROPERTI MURAH PONTIANAK
Dijual Tanah Kavling Murah Hubungi 089693401642
Minggu, 13 Maret 2016
Kamis, 10 Maret 2016
Bisnis properti ini yang paling banyak dijalankan pengusaha properti. Bangunan hunian bersifat komersil dan bisnis. Banyak sekali pilihan untuk hunian. Tinggal Anda sesuaikan dengan modal yang ada. Anda bisa memilih mendirikan bangunan hotel, motel, rumah kontrakan, rumah susun, apartemen, villa, atau kos-kosan. Bisnis properti memang menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Namun, bisnis ini melibatkan banyak orang, seperti pemerintah, pengguna, dan pemilik modal. Pemerintah berperan sebagai pihak yang mengeluarkan peraturan dan monitoring terhadap bisnis properti, yang dijalankan di wilayah hukumnya. Pengguna adalah orang yang mempunyai hak kepemilikan sebuah properti dan memiliki sertifikat kepemilikan. Pemilik modal merupakan orang yang membantu dengan membiayai bisnis yang sedang berjalan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis properti, adalah sertifikat bangunan atau tanah yang sedang Anda kelola. Anda tinggal memilih jenis bisnis properti yang cocok. Jangan sampai Anda bermasalah dengan hukum, karena bangunan dan tanah itu sedang dalam sengketa.
Dunia bisnis adalah sebuah bidang profesi yang luas untuk
dibicarakan, dari mulai strategi, trik pemasaran, cara bersaing yang sehat
dan berbagai konsep serta gagasan untuk memberikan sebuah suguhan unik
dan inovatif agar memiliki daya tarik besar yang secara keseluruhannya
merupakan sebuah komponen yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.
Banyak bisnis yang saat ini tengah mengalami perkembangan dengan potensi besar
mampu meraup keuntungan yang tinggi seperti salah satunya bisnis properti. Berikut beberapa
kategori bisnis tersebut sebagai referensi anda:
1. Residensial
Residensial
atau tempat hunian ini merupakan bisnis properti yang paling banyak dilirik
oleh setiap orang yang bergelut dalam bidang tersebut. ada banyak jenis tempat
hunian yang memiliki nilai jual lebih seperti perumahan, apartemen,
kondominium, villa, berbagai bangunan asrama dan rumah susun. Di Indonesia
sendiri terutama untuk kawasan perkotaan jenis seperti apartemen dan rumah
susun kini banyak dibangun karena sudah menyempitnya lahan pemukiman khususnya
di daerah ibukota.
2. Bangunan
Komersil
Kategori
ini termasuk pada tempat usaha seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran
dan sebagainya. Target pemasaran atau marketing bangunan jenis ini adalah para
pelaku bisnis yang berniat membuka lapak dengan tujuan melakukan kegiatan jual
beli atau transaksi serta memasarkan berbagai jenis produknya ke para calon
pembeli. Saat ini untuk mengawali bisnis tersebut sudah dipermudah dengan
adanya pinjaman tanpa agunan yang ditawarkan oleh beberapa
bank di Indonesia.
3. Bangunan
Khusus
Jenis
bangunan ini bersifat sangat khsusus seperti tempat ibadah, sekolah, Bandar
udara, bioskop, terminal bus, lapangan golf dan lain-lain. biasanya orang yang
bergelut dalam bisnis tersebut pada kategori ini hanya sebagai seorang
pemborong saja.
Kini bisnis properti dapat dilakukan dengan cara
yang sedikit ringan dengan adanya sebuah sistem pinjaman tanpa agunan yang
diberikan oleh bank yang terdapat di Indonesia. dengan demikian peluang usaha
atau bisnis dapat direncanakan dengan lebih mudah dan efisien bagi setiap
orang. Terlebih jika anda melakukan sebuah strategi internet marketing dengan
cara pengiklanan melalui internet bersama jasa pasang adwords yang professional
seperti Gopher Indonesia.
Rabu, 09 Maret 2016
DSV Group adalah perusahaan yang
dibangun sejak tahun 2010 dengan visi membuka lapangan pekerjaan
sebesar-besarnya dan seluas-luasnya untuk Indonesia. Mempunyai visi yang sangat
besar dan luas, DSV Indonesia sadar, tidak mudah mewujudkan visi tersebut.
Untuk itu mulai tahun 2010, DSV Indonesia telah mulai mengawali perjalanannya.
Di tahun 2015, DSV Indonesia mengembangkan perusahaannya ke Kota Pontianak di
sector property dengan bendera DSV Propertindo dengan proyek pertamanya Delima
Cipta Land yang berada di desa Parit Delima Kec.Kakap Kab.Kubu Raya, DSV
Propertindo sukses menyelesaikan proyek sampai dengan BEP proyek dalam jangka
waktu hanya 6 bulan.
Melihat kesuksesan tersebut DSV
Propertindo akan mengembangkan dan membuka beberapa proyek baru di tahun 2016
sampai 2017, yang berfokus pada daerah sekunder C sampai dengan Gerbang Korpri
Kab.Kubu Raya yang sedang berkembang pesat dan merupakn pusat pembangunan kota
mandiri Kubu Raya.
Kita pasti sudah sering mendengar istilah “ Tanah Kavling ” sebenarnya apa sih Pengertian Tanah Kavling. Tanah Kavling adalah sebidang tanah yang dipetak-petakan atau dikavlingkan. Hal ini dibuat berbagai macam tujuan seperti tujuan warisan keluarga atau lebih sering untuk dijual kembali oleh Developer atau Perseorangan. Tanah Kavling biasanya berasal dari tanah dengan bidang luas lalu dibentuk menjadi kavlingan tanah yang berukuran untuk tempat tinggal. Sebagai contoh : Anda memiliki tanah 1 hektar maka bisa dikavlingkan sekitar 70-100 rumah tergantung ukuran yang diinginkan. Sedangkan Tanah Kavling Pontianak adalah tanah kavling yang berada di Pontianak.
Dalam sebuah perumahan, terdapat bermacam-macam bentuk tanah kavling, sesuai letak atau posisinya didalam perumahan tersebut. Masing-masing bentuk tanah kavling memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga anda harus memilih sesuai keinginan dan tujuan anda membeli.
A. Kantor
pemasaran
Jika
Anda ingin mengetahui lebih jelas silahkan kunjungi kantor pemasaran kami yang
beralamatkan jl.Sungai Raya Dalam Komp.Hosana Gracia C18.
B. Marketing
Jika
anda berminat dan ingin tahu lebih jauh silahkan menghubungi marketing kami.
Nama
marketing : Melda (089693401642)
C. Telephone
kantor
Untuk
info lebih lanjut anda dapat menghubungi
kami melalui layanan telephone 089688895429
D. E-mail
Anda
bisa menghubungi kami untuk mengetahui lebih jelas mengani proyek kami tanah
kavling delima cipta land di e-meil dsvpropertindo@gmail.com
Manfaat Investasi Property
Salah satu jenis investasi yang cukup
terkenal di kalangan investor selain investasi saham adalah investasi properti.
Seperti yang kita ketahui di Indonesia sebagai negara berkembang, Pembangunan
properti merupakan salah satu sektor yang sedang giat dilaksanakan agar
dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk melakukan atau menggerakan roda
perekonomian. Tidak heran bila di beberapa wilayah atau kota di Indonesia
sedang melakukan pembangunan properti dalam berbagai bentuk misalnya rumah,
rumah sakit, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.
Hal yang lebih menggiurkan lagi bahwa
pembangunan properti ini sedang disosialisasikan dan berusaha merekrut banyak
pemilik modal besar untuk menanamkan dananya di investasi ini. Dengan
embel-embel bahwa perkembangan gaya hidup, kebutuhan, dan keinginan masyarakat
kini dapat difasilitasi oleh properti, tidak sedikit pemilik modal besar yang
tergiur untuk menggandakan dananya lewat investasi properti.
Namun, perlu Anda ketahui dan tekankan
lagi bahwa tidak adanya investasi yang sempurna. Semuanya memiliki kelemahan
yang kekurangan. Setidaknya, beberapa hal berikut harus Anda ketahui, waspadai,
dan rancangkan strategi untuk dapat menjalankan investasi properti yang
menguntungkan karena modal untuk dapat memiliki investasi properti pun bukanlah
modal yang kecil.
Investasi properti dapat dikatakan sebagai salah satu investasi yang tidak ada matinya. Coba Anda kilas-balik dari generasi ke generasi, investasi properti menjadi satu tolak ukur kesuksesan seseorang. Contoh sederhana, mereka yang sudah punya rumah baik dari pihak diri mereka sendiri merasa aman dan pandangan orang lain menganggap mereka sudah sukses. Dari sisi investasi, memilih sebuah dan beberapa properti memberikan rasa aman dan bahkan bisa menguntungkan Anda. Ada beberapa alasan paling dasar mengapa Anda harus memilih investasi properti sebagai salah satu pegangan Anda. Tidak dipungkiri memperoleh keuntungan dari jenis investasi ini tidak secepat investasi-investasi lainnya. Namun tak ada yang lebih tak terduga daripada investasi properti.
Banyak orang mengatakan investasi properti lebih baik dari
investasi di sektor keuangan. Namun ternyata masing-masing memiliki kelebihan
dan kekurangan. Pengetahuan mengenai hal ini sangat penting bagi seorang
investor agar calon investasi dapat mempertimbangkan langkah-langkah untuk
mengantisipasi kerugian dan menambah nilai properti tersebut. Berikut manfaat
investasi property :
1. Nilai Tambah (Added Value)
Nilai tambah investasi properti diperoleh
akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah kosong. Nilai tambah akan
semakin tinggi, jika bangunan berada di lokasi strategis dengan akses dan
fasilitas yang baik, serta dibuat dengan arsitektur yang indah.
2. Peningkatan Pendapatan
Tahunan (Income Appreciation)
Dari
sebidang tanah yang dikembangkan, tanah kosong menjadi rumah atau ruko seorang
investor dapat menerima sewa. Keuntungan lain adalah kenaikan harga sewa, karena
sifat kelangkaan tanah dan properti akan terus terjadi sepanjang perekonomian
di sebuah negara terus tumbuh.
3. Peningkatan Nilai Tanah (Capital Appreciation)
Apresiasi nilai tanah merupakan
keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah manusia setiap saat terus
bertambah, sementara jumlah tanah tidak dapat bertambah. Ini merupakan teori
klasik yang secara sederhana menjelaskan mengapa harga tanah terus merangkak
naik dari waktu ke waktu.
4. Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Dibandingkan
dengan deposito, emas atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang
tahan lama. Bisnis properti memiliki horison (jangka waktu) investasi rata-rata
3 – 5 tahun. Artinya, setelah 3 – 5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup
berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).
5. Daya Pengungkit Investasi
yang Tinggi (High Leverage Investment)
Sebagai
contoh, Anda berinvestasi properti dengan uang Rp100 juta sebagai uang muka
(DP), maka Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp500 juta atau lima
kali lipat, karena sisanya sebesar Rp400 juta dibayar dengan menggunakan
pembiayaan bank. Jika nilai investasi naik 10% menjadi Rp550 juta, maka
keuntungan Anda Rp50 juta (Rp550 juta – Rp500 juta) atau 50% dari investasi
awal yang “CUMA” Rp100 juta. Inilah yang disebut daya pengungkit investasi yang
tinggi.
6. Proteksi Terhadap Inflasi (Hedge of Inflation)
Secara
tradisional, orang membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut
agar tidak tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai
investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.
Bahkan karena sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring
waktu.
7. Agunan yang Baik (Good Collateral)
Tidak
seperti investasi keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling
solid. Bahkan di beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana
hingga 80% dari nilai agunan.
8. Kebanggaan Kepemilikan (Pride of Ownership)
Dibandingkan dengan
investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya
lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya.
Hal ini disebabkan karena properti juga dapat menghasilkan income dari sewa.
Langganan:
Postingan (Atom)





